Rabu, 08 Desember 2010

PENGERTIAN HALLOWEEN
Halloween atau Hallowe’en adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober, dan terutama dirayakan di Amerika Serikat. Tradisi ini berasal dari Irlandia, dan dibawa oleh orang Irlandia yang beremigrasi ke Amerika Utara. Halloween dirayakan anak-anak dengan memakai kostum seram, dan berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga meminta permen atau cokelat sambil berkata "Trick or treat!" Ucapan tersebut adalah semacam "ancaman" yang berarti "Beri kami (permen) atau kami jahili." Di zaman sekarang, anak-anak biasanya tidak lagi menjahili rumah orang yang tidak memberi apa-apa. Sebagian anak-anak masih menjahili rumah orang yang pelit dengan cara menghiasi pohon di depan rumah mereka dengan tisu toilet atau menulisi jendela dengan sabun.
Halloween identik dengan setan, penyihir, hantu goblin dan makhluk-makhluk menyeramkan dari kebudayaan Barat. Halloween disambut dengan menghias rumah dan pusat perbelanjaan dengan simbol-simbol Halloween.

Senin, 29 November 2010


Foto-foto Pesta Halloween, Obama Juga Ikut
Di sepanjang jalan banyak masyarakat yang menggunakan kostum seram.
KAMIS, 4 NOVEMBER 2010, 17:12 WIB Finalia Kodrati

HALLOWEEN (AP Photo / Eduardo Verdugo)
VIVAnews - Perayaan pesta Halloween di berbagai belahan dunia berjalan seru dan penuh warna. Berbagai orang berusaha untuk tampil berbeda dengan kostum-kostum serta topeng-topeng yang seram dan menakutkan.

Halloween diadakan setahun sekali setiap tanggal 31 Oktober. Tradisi ini awalnya berasal dari orang Irlandia yang berimigrasi ke Amerika Utara. Halloween dirayakan anak-anak dengan memakai kostum seram dan berkeliling dari pintu ke pintu meminta permen atau cokelat sambil berkata 'Trick or treat!'.

Tetapi, sekarang perayaan ini dirayakan semua masyarakat di belahan dunia manapun termasuk di tanah air. Semuanya menyambut dengan penuh sukacita. Mereka akan berbondong-bondong pergi ke mal atau pusat perbelanjaan untuk mencari kostum yang unik dan lucu serta bisa menarik perhatian.

Bahkan, Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan keluarganya merayakan pesta Halloween di Gedung Putih.

Sejarah Helloween

Sejarah tentang Helloween dimulai pada tahun 1978, saat Kai
Hansen (vokal/gitar) dan Piet Sielck (vokal/gitar) bermain
dalam sebuah band bernama “Gentry” di Hamburg. Sampai pada
tahun 1981, Gentry berganti nama menjadi “Second Hellâ”,
yang kemudian didukung oleh Markus Groskopf (ex-Traumschiff) pada bass dan Ingo Schwichtenberg pada drum. Setelah Sielck
meninggalkan Second Hell untuk menjadi seorang sound engineer,
Band ini kemudian berganti nama lagi menjadi “Iron Fist”. Di tahun 1982 Michael Weikath, Seorang pemain gitar dari sebuah band lokal “Powerfool”, mencoba bergabung dengan Kai dan bandnya, namun akhirnya pun memutuskan untuk bergabung juga dalam Iron Fist. Pada tahun 1984, perusahaan rekaman kecil bernama Noise mengajak band ini untuk ikut serta dalam pembuatan kompilasi album “Death Metal”. Tetap tidak puas dengan hasil
mereka, Iron Fist sekali lagi merubah namanya menjadi “Helloween”, Sebuah nama yang dicetuskan oleh Ingo Schwichtenberg, bersamaan dengan ide untuk mengganti maskot lamanya dengan sebuah labu dan untuk membuat projeklabu ke lagu-lagu yang lebih spesifik, yang mana kemudian akan menjadi cirihasnya Helloween. Kontribusi pertamanya pada Rekaman album “Death Metal” masih kurang baik, versi slownya “Metal Invaders” dan yang kedua adalah sebuah lagu yang ditulis Weikath untuk band Powerfool berjudul “Oernst Of Life”. Di tahun 1985 Helloween Merilis mini album berisikan 5 Lagu Berjudul “Helloween”, yang disebut juga dengan “the Mini-LP”, dan pada bulan oktober keluarlah “Walls Of Jericho” yang berisikan “Metal Invaders” dalam versi yang sudah disempurnakan. Kedua Rekaman tersebut diproduseri oleh Harris Johns. dan kemudian diikuti dengan sebuah EP berjudul “Judas” album ini dibuat untuk mencoba studio “Horus” di Hamburg. Helloween sudah dapat menarik perhatian para media dan mendapat sambutan yang positif. pada bulan November 1986, sementara tour berlangsung untuk promosi rekaman ini, Hansen menyadari bahwa kemampuan menyanyinya terhambat, untuk band ini yang mulai melangkah naik. Lebih lagi, dia merasa terlalu memaksakan diri dengan tour yang panjang dan ketat, yang mana akan berakibat buruk untuk suaranya. Ralf Scheepers yang berasal dari sebuah band bernama Tyran Pace setuju untuk menyelesaikan tour ini bersama dengan Helloween tetapi tidak berkeinginan untuk bergabung kedalam band. Untungnya, setelah tour selesai didapatkanlah
seorang penyanyi muda yang sempurna dalam umur yang ke 18 bernama (silver-throat) Michael Kiske (ex-Ill Prophecy). Pada bulan Desember setelah merasa cukup perfaya diri untuk membuat sebuah double-album, tetapi Noise, label mereka menolaknya. Yang mana kemudian album yang dikeluarkan tahun 1987 volume pertama dari sebuah konsep double album.



“Keeper Of The Seven Keys Part I” yang diprodeseri oleh Tommy
Newton/Tommy Hansen mendapat banyak sambutan yang sangat antusias. Helloween bahkan mendapatkan kesuksesan di America dan Jepang dan bahkan sudah mempunyai fans yang banyak. Bagian keduanya dirilis tahun 1988 dengan judul “Keeper Of The Seven Keys Part II”, yang bahkan mejadikannya lebih sukses lagi dari yang diduga. Sebelum tour berjalan, Helloween menyewa seorang pemain keyboard bernama Ja’rn Ellerbrock sebagai pemain tetap selama tour. Tour Dunia bertajuk “Pumpkins Fly Free” adalah tour tersukses mereka namun pada bulan Desember Kai Hansen meninggalkan band ini karena masalah pribadi dengan personil yang lain. Kai kemudian pindah untuk kemudian membentuk Band buatannya sendiri bernama “Gamma Ray”. Dibulan Januari 1989, Helloween menemukan pemain gitar pengganti
bernama Roland Grapow (ex-Rampage) berasal dari Hamburg, yang ikut meyelesaikan tournya hingga selesai. Pada tahun yang sama pula, sebuah album live dirilis dalam beberapa judul, yaitu: “Live In The U.K.” di Eropa,“I Want Out - Live” di Amerika dan “Keepers Live” di
Jepang. Agar supaya uang mengalir terus, Noise record merilis 2 the Best album, yaitu: “The Best, The Rest, The Rare” dan “Pumpkin Tracks” di tahun 1989. Akhirnya pun Helloween Menyadari bahwa band ini telah di peras oleh Noise Record dan akhirnya memutuskan untuk
pindah ke Major Label EMI. Noise Record akhirnya mengambil jalan hukum dengan berdalil bahwa Helloween telah telah memutuskan kontraknya. Helloween akhirnya memenangkan kasusnya dipersidangan biasa tetapi mendapat kekalahan di pengadilan tinggi. Helloween
terancam larangan dalam merilis lagu-lagu mereka. Mereka tidak diijinkan merilis lagu-lagu mereka terkecuali di Noise Record. Hal ini meninggalkan banyak pertanyaan kepada para fans di Eropa mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan Helloween.

Akhirnya pada tahun 1991 single “Kids Of The Century” untuk album
baru dirilis, yang berisikan sebuah pesan dari band ini tentang
kevakuman mereka selama hampir 3 tahun dan kenapa mereka tidak
dapat merilis album baru mereka selama persidangan masih berjalan.
Album pertama dengan Grapow, “Pink Bubbles Go Ape”, menjadi
kesuksesan mereka yang komersil tetapi tetap terlihat lebih rendah
dari kesuksesan album sebelumnya. Hampir seluruh kesalahan
dilimpahkan kepada produser Chris Tsangarides mengenai hal produksi dan mixingnya, tetapi dalam hal ini penulisan lagu juga tidak terlalu terfokus. Namun begitu, album ini pun memiliki beberapa lagu yang sangat bagus dari semua personil.Masalahnya tidak hanya itu saja, masih ada lagi masalah yang semakin berkembang yaitu konflik diantara personil, disatu sisi terdapat Kiske/Schwichtenberg dan disisi lain terdapat Weikath/Grapow. Weikath mencoba mengajak temannya Andi Deris, Vokalis dari sebuah Band bernama Pink Cream 69,
untuk bergabung bersama Helloween, tetapi Andi merasa masih cocok dengan bandnya. Karena permasalahn mereka yang cukup besar, Helloween takut akan tidak mendapatkan hasil sama sekali, lalu mereka segera meluncurkan album “Chameleon” di awal tahun 1993,
yang mana terlihat seperti sebuah reuni dengan produser lama mereka Tommy Hansen, tetapi album ini pun malah tidak mendapatkan kesuksesan sama sekali. Terlepas dari produksi album yang bagus dan banyaknya lagu-lagu yang berkualitas, hal ini menyebabkan
Helloween kehilangan banyak fans, untuk beberapa fans mungkin dapat menerima musik baru Helloween yang mulai beraliran AOR dan mainstream rock, Yang hal ini tidak diharapkan dari musiknya Helloween. Penampilan yang minim dalam tour meraka cukup memperlihatkan ketegangan yang sedang terjadi dalam band mereka saat itu. Sebelum tour ke Jepang, pemain drum mereka Schwichtenberg mwndapat masalah dalam penyalahgunaan obat-obat
terlarang, dan kemudian digantikan oleh pemain drum pengganti bernama Richie Abdel-Nabi. Lebih parah lagi, Helloween bahkan dipecat oleh EMI.

Setelah berakhirnya tour pada bulan Desember 1993, Abdel-Nabi dikeluarkan dari posisinya yang mana merupakan pemikiran hampir seluruh personil bahwa beliau tidak cocok untuk posisinya. Ketegangan bertambah parah dan semakin memanas,dan 2 minggu sebelum proses perekaman selanjutnya,Helloween memecat Kiske, dan untuk seterusnya Band ini tidak ingin bergabung lagi bahkan dilain waktu. Weikath menghubungi Deris untuk yang kedua kalinya dan meyakinkan dia untuk mengambil posisi yang pas. Pada masa itu Band Pink Cream 69 mulai tidak berkembang, dan dia pikir selama di tidak mengambil pekerjaan orang, Deris Memutuskan untuk mengambil kesempatan ini. Dan Kemudian pada bulan January 1994, Helloween mengajak Uli Kusch (ex-Axe La Chapelle/Gamma Ray) sebagai pemain drum baru mereka dan pindah kontrak ke Castle Communications.

Selama masa produksi untuk album selanjutnya, Helloween
era baru merasakan keharusan untuk bangkit lagi seperti
Eranya Keeper dan jangan seperti album yang terakhir yang
malah menghancurkan band ini. Mereka tahu jika dalam album
yang baru ini tidak mendapatkan kesuksesan,mungkin tidak
akan ada lagi Helloween. Hal ini membuat terkejut para media,
Album “Master Of The Rings” pun sukses dalam waktu yang
singkat dan Helloween dapat kembali membangkitkan kekuatan
lama mereka, Andi Deris membuktikan bahwa dia merupakan orang yang pantas menggantikan Kiske. Hampir setahun sudah album ini dirilis di Amerika dengan Bonus berisikan tidak lebih dari 7 lagu selain untuk merayakan hal kesuksesan ini. Tetapi Pada tanggal 8 Maret 1995, sebuah tragedi terjadi saat mantan pemain drum Helloween ‘Ingo Schwichtenberg’ bunuh diri di Hamburg.Helloween mendedikasikan album baru mereka nanti untuk Ingo. “The Time Of The Oath”, yang diproduseri oleh Tommy Hansen dan dirilis di tahun 1996, album ini diambil berdasarkan sebuah visi dari Nostradamus, yang berhasil melewati banyak masalah selama bertahun-tahun sebelum Millennium.Selama Tour Keliling dunianya
berjalan, para fans merayakan kembalinya Helloween kejajaran musik papan atas. Kurang dari enam bulan kemudian, album live “High Live” diluncurkan, yang direkam pada saat konser di Italia dan Spanyol. Majalah Jepang “BURRN” menobatkan Helloween sebagai band terbaik
ditahun 1996.

Tahun 1998 dimulai dengan diluncurkannya boxset berisi 4cd berjudul “Pumpkin Box” dijepang, yang merupakan sebuah hadiah untuk para kolektor helloween yang berisikan lagu-lagu terbaik Helloween dan beberapa interview. ditahun ini juga, Helloween menghadirkan
album ketiga mereka dengan formasi baru. “Better Than Row” yang menunjukan keinginan band ini untuk mengambil resiko sebagai album yang menggabungkan elemen baru dengan gaya helloween tradisi yang lama. Band ini mengadakan tour-tournya dengan menjadi
band pembuka untuk Iron Maiden. Di tahun 1999, Helloween berkeinginan untuk masuk ke perusahaan rekaman baru, tetapi mereka masih punya kewajiban rekaman satu album lagi untuk Castle. Selain meluncurkan album terbaik dipasaran, mereka merilis “Metal Jukebox”, sebuah album-cover yang berisikan Rock, Pop, dan klasik metal yang menginflunsi
mereka dimasa lalu. Lalu ditahun 2000, dengan maksud untuk mendapatkan promosi yang lebih baik, Helloween menandatangani kontrak dengan Nuclear Blast. Yang merupakan saran dari management dan orang-orang disekitar mereka, Helloween Merilis “The Dark Ride” yang diproduseri oleh Roy Z/Charlie Bauerfeind, sebuah album yang sama sekali berbeda dengan album-album sebelumnya, untuk album ini banyak sekali pwnuruna tuned pada gitar dan
dengan karakteristik atmosfir kegelapan. Namun, hubungan diantara personil band mulai mengalami keretakan, yang mana Michael Weikath yang sangat menentang dengan perubahan yang tiba-tiba ini, perdebatan pun dimulai dengan Roland Grapow dan Uli Kusch mengenai jalur musik yang mereka ingini untuk Helloween. Weikath kemudian mengeluhkan tentang tidak diajaknya untuk andil bagian dalam produksi album ini. Disatu sisi Weikath menawarkan untuk meninggalkan Helloween untuk memulai sesuatu yang baru. Tetapi Groskopf dan Deris tidak mau hal ini terjadi, dimana terlihat Weikath merupakan pemimpin
dimata fans dan jika tanpa beliau, Helloween tidak akan jadi Helloween yang sekarang. Selain mereka berdua menginginkan untuk melanjutkan jalur musik meraka seperti album-album yang lalu, dilain pihak Grapow/Kusch ingin tetap dijalur musik “The Dark Ride”. Akhirnya dalam waktu dekat, ditahun 2001 setelah tour, mereka menanyakan Grapow/Kusch untuk keluar dari Band. Alasan resminya adalah karena mereka terlalu banyak berkonsentrasi untuk proyek album solo mereka. Akhirnya pun menjadi jelas bahwa “The Dark Ride” adalah album dengan penjualan terburuk setelah album “Chameleon”, dan ini tentu saja bukan yang diharapkan oleh Nuclear Blast mengenai kontrak mereka dengan Helloween.

Mark Cross (ex-Metalium) bergabung dengan Helloween, untuk
menggantikan posisi Uli Kusch pada Drum. dan masih menyisakan
tanda tanya tentang siapa yang akan mengisi posisi Gitaris.
Sementara itu, Kusch dan Grapow melengkapi “Masterplan”, sebuah
proyek yang memang mereka inginkan untuk format full band.

Setelah mencoba untuk mengajak Henjo Richter (Gamma Ray) untuk
bergabung ke Band, Michael Weikath akhirnya mengikuti saran yang
diberikan oleh produser Charlie Bauerfeind dan menghubungi Gitaris
Sascha Gerstner (ex-Freedom Call). Percobaan dengannnya di Tenerife menunjukan bahwa dia adalah pilihan yang tepat baik itu sebagai gitaris dan juga sebagai personil band, dan untuk posisi yang dapat bertahan lama. Helloween kemudian berniat untuk melanjutkan album mereka. Pada tahun 2003, tepat diawal proses rekaman, Mark Cross didiagnosa terkena mononucleosis, sebuah penyakit yang mengakibatkan sakit pada organ tubuh dan memaksa untuk tidak melakukan aktifitas rutin. Karena Cross tidak dapat melanjutkan posisi drumnya, Helloween kembali kepada Mikkey Dee (Motorhead, ex-King Diamond) untuk menolong mereka. Mereka memilihnya karena Mikkey dikenal sebagai pemain drum
yang sangat berbakat dan yang lebih penting lagi bahwa penggantian ini tidak akan salah, tetapi dengan perbedaan jalur musik Proses rekamannya berjalan dengan baik, tetapi akhitnya Helloween pun harus menyadari bahwa pihak asuransi tidak dapat mengatasi ansennya Cross karena penyakitnya tidak akan sembuh dengan cepat dalam waktu 2 tahun.
Mereka terpaksa mancari pemain drum lagi. Karena mereka didesak oleh managemen untuk merekam beberapa lagu lagi untuk side-b nya, Helloween kemudian mengundang Stefan Schwarzmann (ex-Accept, ex-UDO), Seorang pemain drum yang dikenal Weikath ditahun 80an, di studionya Groskopf mereka merekam sesi drumnya. Hal ini memperlihatkan bahwa Schwarzmann berkeinginan untuk bergabung dalam band. Setelah itu, Album “Rabbit Don’t Come Easy” yang diproduseri Charlie Bauerfeind dirilis pada bulan Mai 2003. Judul ini diberikan untuk menunjukan bahwa band ini kembali lagi keera yang lebih baik (“happy”), sebagai ungkapan bahwa betapa miripnya peluncuran sebuah album jika dibandingkan
dengan pertunjukan trik mengeluarkan kelinci dari dalam topi. Pada bulan Juli 2003, Helloween bersiap-siap di Hamburg, mempersiapkan tour keliling dunia terpanjang mereka. Sejak awal tour dibulan september, fans diseluruh dunia mengelu-elukan penampilan Helloween, yang semakin lebih baik dari sebelumnya. Sebuah tanda bahwa penambahan personil baru ini akan berjalan dengan lancar. Di bulan Oktober 2004, Helloween memulai paska produSejarah Helloween

Sejarah tentang Helloween dimulai pada tahun 1978, saat Kai
Hansen (vokal/gitar) dan Piet Sielck (vokal/gitar) bermain
dalam sebuah band bernama “Gentry” di Hamburg. Sampai pada
tahun 1981, Gentry berganti nama menjadi “Second Hellâ”,
yang kemudian didukung oleh Markus Groskopf (ex-Traumschiff) pada bass dan Ingo Schwichtenberg pada drum. Setelah Sielck
meninggalkan Second Hell untuk menjadi seorang sound engineer,
Band ini kemudian berganti nama lagi menjadi “Iron Fist”. Di tahun 1982 Michael Weikath, Seorang pemain gitar dari sebuah band lokal “Powerfool”, mencoba bergabung dengan Kai dan bandnya, namun akhirnya pun memutuskan untuk bergabung juga dalam Iron Fist. Pada tahun 1984, perusahaan rekaman kecil bernama Noise mengajak band ini untuk ikut serta dalam pembuatan kompilasi album “Death Metal”. Tetap tidak puas dengan hasil
mereka, Iron Fist sekali lagi merubah namanya menjadi “Helloween”, Sebuah nama yang dicetuskan oleh Ingo Schwichtenberg, bersamaan dengan ide untuk mengganti maskot lamanya dengan sebuah labu dan untuk membuat projeklabu ke lagu-lagu yang lebih spesifik, yang mana kemudian akan menjadi cirihasnya Helloween. Kontribusi pertamanya pada Rekaman album “Death Metal” masih kurang baik, versi slownya “Metal Invaders” dan yang kedua adalah sebuah lagu yang ditulis Weikath untuk band Powerfool berjudul “Oernst Of Life”. Di tahun 1985 Helloween Merilis mini album berisikan 5 Lagu Berjudul “Helloween”, yang disebut juga dengan “the Mini-LP”, dan pada bulan oktober keluarlah “Walls Of Jericho” yang berisikan “Metal Invaders” dalam versi yang sudah disempurnakan. Kedua Rekaman tersebut diproduseri oleh Harris Johns. dan kemudian diikuti dengan sebuah EP berjudul “Judas” album ini dibuat untuk mencoba studio “Horus” di Hamburg. Helloween sudah dapat menarik perhatian para media dan mendapat sambutan yang positif. pada bulan November 1986, sementara tour berlangsung untuk promosi rekaman ini, Hansen menyadari bahwa kemampuan menyanyinya terhambat, untuk band ini yang mulai melangkah naik. Lebih lagi, dia merasa terlalu memaksakan diri dengan tour yang panjang dan ketat, yang mana akan berakibat buruk untuk suaranya. Ralf Scheepers yang berasal dari sebuah band bernama Tyran Pace setuju untuk menyelesaikan tour ini bersama dengan Helloween tetapi tidak berkeinginan untuk bergabung kedalam band. Untungnya, setelah tour selesai didapatkanlah
seorang penyanyi muda yang sempurna dalam umur yang ke 18 bernama (silver-throat) Michael Kiske (ex-Ill Prophecy). Pada bulan Desember setelah merasa cukup perfaya diri untuk membuat sebuah double-album, tetapi Noise, label mereka menolaknya. Yang mana kemudian album yang dikeluarkan tahun 1987 volume pertama dari sebuah konsep double album.



“Keeper Of The Seven Keys Part I” yang diprodeseri oleh Tommy
Newton/Tommy Hansen mendapat banyak sambutan yang sangat antusias. Helloween bahkan mendapatkan kesuksesan di America dan Jepang dan bahkan sudah mempunyai fans yang banyak. Bagian keduanya dirilis tahun 1988 dengan judul “Keeper Of The Seven Keys Part II”, yang bahkan mejadikannya lebih sukses lagi dari yang diduga. Sebelum tour berjalan, Helloween menyewa seorang pemain keyboard bernama Ja’rn Ellerbrock sebagai pemain tetap selama tour. Tour Dunia bertajuk “Pumpkins Fly Free” adalah tour tersukses mereka namun pada bulan Desember Kai Hansen meninggalkan band ini karena masalah pribadi dengan personil yang lain. Kai kemudian pindah untuk kemudian membentuk Band buatannya sendiri bernama “Gamma Ray”. Dibulan Januari 1989, Helloween menemukan pemain gitar pengganti
bernama Roland Grapow (ex-Rampage) berasal dari Hamburg, yang ikut meyelesaikan tournya hingga selesai. Pada tahun yang sama pula, sebuah album live dirilis dalam beberapa judul, yaitu: “Live In The U.K.” di Eropa,“I Want Out - Live” di Amerika dan “Keepers Live” di
Jepang. Agar supaya uang mengalir terus, Noise record merilis 2 the Best album, yaitu: “The Best, The Rest, The Rare” dan “Pumpkin Tracks” di tahun 1989. Akhirnya pun Helloween Menyadari bahwa band ini telah di peras oleh Noise Record dan akhirnya memutuskan untuk
pindah ke Major Label EMI. Noise Record akhirnya mengambil jalan hukum dengan berdalil bahwa Helloween telah telah memutuskan kontraknya. Helloween akhirnya memenangkan kasusnya dipersidangan biasa tetapi mendapat kekalahan di pengadilan tinggi. Helloween
terancam larangan dalam merilis lagu-lagu mereka. Mereka tidak diijinkan merilis lagu-lagu mereka terkecuali di Noise Record. Hal ini meninggalkan banyak pertanyaan kepada para fans di Eropa mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan Helloween.

Akhirnya pada tahun 1991 single “Kids Of The Century” untuk album
baru dirilis, yang berisikan sebuah pesan dari band ini tentang
kevakuman mereka selama hampir 3 tahun dan kenapa mereka tidak
dapat merilis album baru mereka selama persidangan masih berjalan.
Album pertama dengan Grapow, “Pink Bubbles Go Ape”, menjadi
kesuksesan mereka yang komersil tetapi tetap terlihat lebih rendah
dari kesuksesan album sebelumnya. Hampir seluruh kesalahan
dilimpahkan kepada produser Chris Tsangarides mengenai hal produksi dan mixingnya, tetapi dalam hal ini penulisan lagu juga tidak terlalu terfokus. Namun begitu, album ini pun memiliki beberapa lagu yang sangat bagus dari semua personil.Masalahnya tidak hanya itu saja, masih ada lagi masalah yang semakin berkembang yaitu konflik diantara personil, disatu sisi terdapat Kiske/Schwichtenberg dan disisi lain terdapat Weikath/Grapow. Weikath mencoba mengajak temannya Andi Deris, Vokalis dari sebuah Band bernama Pink Cream 69,
untuk bergabung bersama Helloween, tetapi Andi merasa masih cocok dengan bandnya. Karena permasalahn mereka yang cukup besar, Helloween takut akan tidak mendapatkan hasil sama sekali, lalu mereka segera meluncurkan album “Chameleon” di awal tahun 1993,
yang mana terlihat seperti sebuah reuni dengan produser lama mereka Tommy Hansen, tetapi album ini pun malah tidak mendapatkan kesuksesan sama sekali. Terlepas dari produksi album yang bagus dan banyaknya lagu-lagu yang berkualitas, hal ini menyebabkan
Helloween kehilangan banyak fans, untuk beberapa fans mungkin dapat menerima musik baru Helloween yang mulai beraliran AOR dan mainstream rock, Yang hal ini tidak diharapkan dari musiknya Helloween. Penampilan yang minim dalam tour meraka cukup memperlihatkan ketegangan yang sedang terjadi dalam band mereka saat itu. Sebelum tour ke Jepang, pemain drum mereka Schwichtenberg mwndapat masalah dalam penyalahgunaan obat-obat
terlarang, dan kemudian digantikan oleh pemain drum pengganti bernama Richie Abdel-Nabi. Lebih parah lagi, Helloween bahkan dipecat oleh EMI.

Setelah berakhirnya tour pada bulan Desember 1993, Abdel-Nabi dikeluarkan dari posisinya yang mana merupakan pemikiran hampir seluruh personil bahwa beliau tidak cocok untuk posisinya. Ketegangan bertambah parah dan semakin memanas,dan 2 minggu sebelum proses perekaman selanjutnya,Helloween memecat Kiske, dan untuk seterusnya Band ini tidak ingin bergabung lagi bahkan dilain waktu. Weikath menghubungi Deris untuk yang kedua kalinya dan meyakinkan dia untuk mengambil posisi yang pas. Pada masa itu Band Pink Cream 69 mulai tidak berkembang, dan dia pikir selama di tidak mengambil pekerjaan orang, Deris Memutuskan untuk mengambil kesempatan ini. Dan Kemudian pada bulan January 1994, Helloween mengajak Uli Kusch (ex-Axe La Chapelle/Gamma Ray) sebagai pemain drum baru mereka dan pindah kontrak ke Castle Communications.

Selama masa produksi untuk album selanjutnya, Helloween
era baru merasakan keharusan untuk bangkit lagi seperti
Eranya Keeper dan jangan seperti album yang terakhir yang
malah menghancurkan band ini. Mereka tahu jika dalam album
yang baru ini tidak mendapatkan kesuksesan,mungkin tidak
akan ada lagi Helloween. Hal ini membuat terkejut para media,
Album “Master Of The Rings” pun sukses dalam waktu yang
singkat dan Helloween dapat kembali membangkitkan kekuatan
lama mereka, Andi Deris membuktikan bahwa dia merupakan orang yang pantas menggantikan Kiske. Hampir setahun sudah album ini dirilis di Amerika dengan Bonus berisikan tidak lebih dari 7 lagu selain untuk merayakan hal kesuksesan ini. Tetapi Pada tanggal 8 Maret 1995, sebuah tragedi terjadi saat mantan pemain drum Helloween ‘Ingo Schwichtenberg’ bunuh diri di Hamburg.Helloween mendedikasikan album baru mereka nanti untuk Ingo. “The Time Of The Oath”, yang diproduseri oleh Tommy Hansen dan dirilis di tahun 1996, album ini diambil berdasarkan sebuah visi dari Nostradamus, yang berhasil melewati banyak masalah selama bertahun-tahun sebelum Millennium.Selama Tour Keliling dunianya
berjalan, para fans merayakan kembalinya Helloween kejajaran musik papan atas. Kurang dari enam bulan kemudian, album live “High Live” diluncurkan, yang direkam pada saat konser di Italia dan Spanyol. Majalah Jepang “BURRN” menobatkan Helloween sebagai band terbaik
ditahun 1996.

Tahun 1998 dimulai dengan diluncurkannya boxset berisi 4cd berjudul “Pumpkin Box” dijepang, yang merupakan sebuah hadiah untuk para kolektor helloween yang berisikan lagu-lagu terbaik Helloween dan beberapa interview. ditahun ini juga, Helloween menghadirkan
album ketiga mereka dengan formasi baru. “Better Than Row” yang menunjukan keinginan band ini untuk mengambil resiko sebagai album yang menggabungkan elemen baru dengan gaya helloween tradisi yang lama. Band ini mengadakan tour-tournya dengan menjadi
band pembuka untuk Iron Maiden. Di tahun 1999, Helloween berkeinginan untuk masuk ke perusahaan rekaman baru, tetapi mereka masih punya kewajiban rekaman satu album lagi untuk Castle. Selain meluncurkan album terbaik dipasaran, mereka merilis “Metal Jukebox”, sebuah album-cover yang berisikan Rock, Pop, dan klasik metal yang menginflunsi
mereka dimasa lalu. Lalu ditahun 2000, dengan maksud untuk mendapatkan promosi yang lebih baik, Helloween menandatangani kontrak dengan Nuclear Blast. Yang merupakan saran dari management dan orang-orang disekitar mereka, Helloween Merilis “The Dark Ride” yang diproduseri oleh Roy Z/Charlie Bauerfeind, sebuah album yang sama sekali berbeda dengan album-album sebelumnya, untuk album ini banyak sekali pwnuruna tuned pada gitar dan
dengan karakteristik atmosfir kegelapan. Namun, hubungan diantara personil band mulai mengalami keretakan, yang mana Michael Weikath yang sangat menentang dengan perubahan yang tiba-tiba ini, perdebatan pun dimulai dengan Roland Grapow dan Uli Kusch mengenai jalur musik yang mereka ingini untuk Helloween. Weikath kemudian mengeluhkan tentang tidak diajaknya untuk andil bagian dalam produksi album ini. Disatu sisi Weikath menawarkan untuk meninggalkan Helloween untuk memulai sesuatu yang baru. Tetapi Groskopf dan Deris tidak mau hal ini terjadi, dimana terlihat Weikath merupakan pemimpin
dimata fans dan jika tanpa beliau, Helloween tidak akan jadi Helloween yang sekarang. Selain mereka berdua menginginkan untuk melanjutkan jalur musik meraka seperti album-album yang lalu, dilain pihak Grapow/Kusch ingin tetap dijalur musik “The Dark Ride”. Akhirnya dalam waktu dekat, ditahun 2001 setelah tour, mereka menanyakan Grapow/Kusch untuk keluar dari Band. Alasan resminya adalah karena mereka terlalu banyak berkonsentrasi untuk proyek album solo mereka. Akhirnya pun menjadi jelas bahwa “The Dark Ride” adalah album dengan penjualan terburuk setelah album “Chameleon”, dan ini tentu saja bukan yang diharapkan oleh Nuclear Blast mengenai kontrak mereka dengan Helloween.

Mark Cross (ex-Metalium) bergabung dengan Helloween, untuk
menggantikan posisi Uli Kusch pada Drum. dan masih menyisakan
tanda tanya tentang siapa yang akan mengisi posisi Gitaris.
Sementara itu, Kusch dan Grapow melengkapi “Masterplan”, sebuah
proyek yang memang mereka inginkan untuk format full band.

Setelah mencoba untuk mengajak Henjo Richter (Gamma Ray) untuk
bergabung ke Band, Michael Weikath akhirnya mengikuti saran yang
diberikan oleh produser Charlie Bauerfeind dan menghubungi Gitaris
Sascha Gerstner (ex-Freedom Call). Percobaan dengannnya di Tenerife menunjukan bahwa dia adalah pilihan yang tepat baik itu sebagai gitaris dan juga sebagai personil band, dan untuk posisi yang dapat bertahan lama. Helloween kemudian berniat untuk melanjutkan album mereka. Pada tahun 2003, tepat diawal proses rekaman, Mark Cross didiagnosa terkena mononucleosis, sebuah penyakit yang mengakibatkan sakit pada organ tubuh dan memaksa untuk tidak melakukan aktifitas rutin. Karena Cross tidak dapat melanjutkan posisi drumnya, Helloween kembali kepada Mikkey Dee (Motorhead, ex-King Diamond) untuk menolong mereka. Mereka memilihnya karena Mikkey dikenal sebagai pemain drum
yang sangat berbakat dan yang lebih penting lagi bahwa penggantian ini tidak akan salah, tetapi dengan perbedaan jalur musik Proses rekamannya berjalan dengan baik, tetapi akhitnya Helloween pun harus menyadari bahwa pihak asuransi tidak dapat mengatasi ansennya Cross karena penyakitnya tidak akan sembuh dengan cepat dalam waktu 2 tahun.
Mereka terpaksa mancari pemain drum lagi. Karena mereka didesak oleh managemen untuk merekam beberapa lagu lagi untuk side-b nya, Helloween kemudian mengundang Stefan Schwarzmann (ex-Accept, ex-UDO), Seorang pemain drum yang dikenal Weikath ditahun 80an, di studionya Groskopf mereka merekam sesi drumnya. Hal ini memperlihatkan bahwa Schwarzmann berkeinginan untuk bergabung dalam band. Setelah itu, Album “Rabbit Don’t Come Easy” yang diproduseri Charlie Bauerfeind dirilis pada bulan Mai 2003. Judul ini diberikan untuk menunjukan bahwa band ini kembali lagi keera yang lebih baik (“happy”), sebagai ungkapan bahwa betapa miripnya peluncuran sebuah album jika dibandingkan
dengan pertunjukan trik mengeluarkan kelinci dari dalam topi. Pada bulan Juli 2003, Helloween bersiap-siap di Hamburg, mempersiapkan tour keliling dunia terpanjang mereka. Sejak awal tour dibulan september, fans diseluruh dunia mengelu-elukan penampilan Helloween, yang semakin lebih baik dari sebelumnya. Sebuah tanda bahwa penambahan personil baru ini akan berjalan dengan lancar. Di bulan Oktober 2004, Helloween memulai paska produksi album baru mereka. Di bulan Februari 2005, Schwarzmann dan Helloween mulai mengalami ketidak-cocokan. Selama masa-masa tour barulah terlihat olehnya dan oleh seluruh personil tentang perbedaan diantara mereka, mereka tidak seluruhnya berbagi dalam hal jalur musik mereka. Schwarzmann memutuskan untuk tetap membantu Helloween selama masa produksi sampai ditemukannya pengganti yaitu Dani Loble, Mantan pemain Drum RAWHEAD REXX yang merupakan orang yang cocok untuk Helloween.

Sudah terdengar gosip bahwa Helloween akan merilis kelanjutan
dari kedua album legendaris Keeper’s, tetapi sampai saatnya pada
bulan Juni, Helloween mengkonfirmasikan perilisan “Keeper Of The
Seven Keys - The Legacy”. Single pertama berjudul ” Mrs.God” diluncurkan pada tanggal 4 juli di Asia Tenggara, diikuti oleh seluruh dunia pada tanggal 5 September. Pada tanggal 31 Oktober 2005, Helloween merilis kelanjutan dari album Keeper yang legendaris berjudul “Keeper of The Seven Keys - The Legacy”. Album ini membawa pengakuan yang luar biasa terhadap band ini dan dapat diterima dengan baik di seluruh dunia. Keseuksesan album ini dan tour yang berkelanjutan sangat kuat dan band ini pun merilis DVD live kombo dan CD live Kombo. Di tahun 2007, Untuk merayakan dua tahun kesuksesan mereka, Helloween merilis CD Live Kombo berjudul “Keeper Of The Seven Keys - The Legacy World Tour 2005/2006 - Live In Sao Paulo” dan DVD Live Kombo berjudul “Keeper Of The Seven Keys - The Legacy World Tour 2005/2006 - Live On 3 Continents”.

Helloween saat ini sedang menggarap penulisan lagu dan berencana untuk kembali ke studio pada musim semi atau musim panas nanti untuk perekaman album baru mereka nanti!Sejarah Helloween

Sejarah tentang Helloween dimulai pada tahun 1978, saat Kai
Hansen (vokal/gitar) dan Piet Sielck (vokal/gitar) bermain
dalam sebuah band bernama “Gentry” di Hamburg. Sampai pada
tahun 1981, Gentry berganti nama menjadi “Second Hellâ”,
yang kemudian didukung oleh Markus Groskopf (ex-Traumschiff) pada bass dan Ingo Schwichtenberg pada drum. Setelah Sielck
meninggalkan Second Hell untuk menjadi seorang sound engineer,
Band ini kemudian berganti nama lagi menjadi “Iron Fist”. Di tahun 1982 Michael Weikath, Seorang pemain gitar dari sebuah band lokal “Powerfool”, mencoba bergabung dengan Kai dan bandnya, namun akhirnya pun memutuskan untuk bergabung juga dalam Iron Fist. Pada tahun 1984, perusahaan rekaman kecil bernama Noise mengajak band ini untuk ikut serta dalam pembuatan kompilasi album “Death Metal”. Tetap tidak puas dengan hasil
mereka, Iron Fist sekali lagi merubah namanya menjadi “Helloween”, Sebuah nama yang dicetuskan oleh Ingo Schwichtenberg, bersamaan dengan ide untuk mengganti maskot lamanya dengan sebuah labu dan untuk membuat projeklabu ke lagu-lagu yang lebih spesifik, yang mana kemudian akan menjadi cirihasnya Helloween. Kontribusi pertamanya pada Rekaman album “Death Metal” masih kurang baik, versi slownya “Metal Invaders” dan yang kedua adalah sebuah lagu yang ditulis Weikath untuk band Powerfool berjudul “Oernst Of Life”. Di tahun 1985 Helloween Merilis mini album berisikan 5 Lagu Berjudul “Helloween”, yang disebut juga dengan “the Mini-LP”, dan pada bulan oktober keluarlah “Walls Of Jericho” yang berisikan “Metal Invaders” dalam versi yang sudah disempurnakan. Kedua Rekaman tersebut diproduseri oleh Harris Johns. dan kemudian diikuti dengan sebuah EP berjudul “Judas” album ini dibuat untuk mencoba studio “Horus” di Hamburg. Helloween sudah dapat menarik perhatian para media dan mendapat sambutan yang positif. pada bulan November 1986, sementara tour berlangsung untuk promosi rekaman ini, Hansen menyadari bahwa kemampuan menyanyinya terhambat, untuk band ini yang mulai melangkah naik. Lebih lagi, dia merasa terlalu memaksakan diri dengan tour yang panjang dan ketat, yang mana akan berakibat buruk untuk suaranya. Ralf Scheepers yang berasal dari sebuah band bernama Tyran Pace setuju untuk menyelesaikan tour ini bersama dengan Helloween tetapi tidak berkeinginan untuk bergabung kedalam band. Untungnya, setelah tour selesai didapatkanlah
seorang penyanyi muda yang sempurna dalam umur yang ke 18 bernama (silver-throat) Michael Kiske (ex-Ill Prophecy). Pada bulan Desember setelah merasa cukup perfaya diri untuk membuat sebuah double-album, tetapi Noise, label mereka menolaknya. Yang mana kemudian album yang dikeluarkan tahun 1987 volume pertama dari sebuah konsep double album.



“Keeper Of The Seven Keys Part I” yang diprodeseri oleh Tommy
Newton/Tommy Hansen mendapat banyak sambutan yang sangat antusias. Helloween bahkan mendapatkan kesuksesan di America dan Jepang dan bahkan sudah mempunyai fans yang banyak. Bagian keduanya dirilis tahun 1988 dengan judul “Keeper Of The Seven Keys Part II”, yang bahkan mejadikannya lebih sukses lagi dari yang diduga. Sebelum tour berjalan, Helloween menyewa seorang pemain keyboard bernama Ja’rn Ellerbrock sebagai pemain tetap selama tour. Tour Dunia bertajuk “Pumpkins Fly Free” adalah tour tersukses mereka namun pada bulan Desember Kai Hansen meninggalkan band ini karena masalah pribadi dengan personil yang lain. Kai kemudian pindah untuk kemudian membentuk Band buatannya sendiri bernama “Gamma Ray”. Dibulan Januari 1989, Helloween menemukan pemain gitar pengganti
bernama Roland Grapow (ex-Rampage) berasal dari Hamburg, yang ikut meyelesaikan tournya hingga selesai. Pada tahun yang sama pula, sebuah album live dirilis dalam beberapa judul, yaitu: “Live In The U.K.” di Eropa,“I Want Out - Live” di Amerika dan “Keepers Live” di
Jepang. Agar supaya uang mengalir terus, Noise record merilis 2 the Best album, yaitu: “The Best, The Rest, The Rare” dan “Pumpkin Tracks” di tahun 1989. Akhirnya pun Helloween Menyadari bahwa band ini telah di peras oleh Noise Record dan akhirnya memutuskan untuk
pindah ke Major Label EMI. Noise Record akhirnya mengambil jalan hukum dengan berdalil bahwa Helloween telah telah memutuskan kontraknya. Helloween akhirnya memenangkan kasusnya dipersidangan biasa tetapi mendapat kekalahan di pengadilan tinggi. Helloween
terancam larangan dalam merilis lagu-lagu mereka. Mereka tidak diijinkan merilis lagu-lagu mereka terkecuali di Noise Record. Hal ini meninggalkan banyak pertanyaan kepada para fans di Eropa mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan Helloween.

Akhirnya pada tahun 1991 single “Kids Of The Century” untuk album
baru dirilis, yang berisikan sebuah pesan dari band ini tentang
kevakuman mereka selama hampir 3 tahun dan kenapa mereka tidak
dapat merilis album baru mereka selama persidangan masih berjalan.
Album pertama dengan Grapow, “Pink Bubbles Go Ape”, menjadi
kesuksesan mereka yang komersil tetapi tetap terlihat lebih rendah
dari kesuksesan album sebelumnya. Hampir seluruh kesalahan
dilimpahkan kepada produser Chris Tsangarides mengenai hal produksi dan mixingnya, tetapi dalam hal ini penulisan lagu juga tidak terlalu terfokus. Namun begitu, album ini pun memiliki beberapa lagu yang sangat bagus dari semua personil.Masalahnya tidak hanya itu saja, masih ada lagi masalah yang semakin berkembang yaitu konflik diantara personil, disatu sisi terdapat Kiske/Schwichtenberg dan disisi lain terdapat Weikath/Grapow. Weikath mencoba mengajak temannya Andi Deris, Vokalis dari sebuah Band bernama Pink Cream 69,
untuk bergabung bersama Helloween, tetapi Andi merasa masih cocok dengan bandnya. Karena permasalahn mereka yang cukup besar, Helloween takut akan tidak mendapatkan hasil sama sekali, lalu mereka segera meluncurkan album “Chameleon” di awal tahun 1993,
yang mana terlihat seperti sebuah reuni dengan produser lama mereka Tommy Hansen, tetapi album ini pun malah tidak mendapatkan kesuksesan sama sekali. Terlepas dari produksi album yang bagus dan banyaknya lagu-lagu yang berkualitas, hal ini menyebabkan
Helloween kehilangan banyak fans, untuk beberapa fans mungkin dapat menerima musik baru Helloween yang mulai beraliran AOR dan mainstream rock, Yang hal ini tidak diharapkan dari musiknya Helloween. Penampilan yang minim dalam tour meraka cukup memperlihatkan ketegangan yang sedang terjadi dalam band mereka saat itu. Sebelum tour ke Jepang, pemain drum mereka Schwichtenberg mwndapat masalah dalam penyalahgunaan obat-obat
terlarang, dan kemudian digantikan oleh pemain drum pengganti bernama Richie Abdel-Nabi. Lebih parah lagi, Helloween bahkan dipecat oleh EMI.

Setelah berakhirnya tour pada bulan Desember 1993, Abdel-Nabi dikeluarkan dari posisinya yang mana merupakan pemikiran hampir seluruh personil bahwa beliau tidak cocok untuk posisinya. Ketegangan bertambah parah dan semakin memanas,dan 2 minggu sebelum proses perekaman selanjutnya,Helloween memecat Kiske, dan untuk seterusnya Band ini tidak ingin bergabung lagi bahkan dilain waktu. Weikath menghubungi Deris untuk yang kedua kalinya dan meyakinkan dia untuk mengambil posisi yang pas. Pada masa itu Band Pink Cream 69 mulai tidak berkembang, dan dia pikir selama di tidak mengambil pekerjaan orang, Deris Memutuskan untuk mengambil kesempatan ini. Dan Kemudian pada bulan January 1994, Helloween mengajak Uli Kusch (ex-Axe La Chapelle/Gamma Ray) sebagai pemain drum baru mereka dan pindah kontrak ke Castle Communications.

Selama masa produksi untuk album selanjutnya, Helloween
era baru merasakan keharusan untuk bangkit lagi seperti
Eranya Keeper dan jangan seperti album yang terakhir yang
malah menghancurkan band ini. Mereka tahu jika dalam album
yang baru ini tidak mendapatkan kesuksesan,mungkin tidak
akan ada lagi Helloween. Hal ini membuat terkejut para media,
Album “Master Of The Rings” pun sukses dalam waktu yang
singkat dan Helloween dapat kembali membangkitkan kekuatan
lama mereka, Andi Deris membuktikan bahwa dia merupakan orang yang pantas menggantikan Kiske. Hampir setahun sudah album ini dirilis di Amerika dengan Bonus berisikan tidak lebih dari 7 lagu selain untuk merayakan hal kesuksesan ini. Tetapi Pada tanggal 8 Maret 1995, sebuah tragedi terjadi saat mantan pemain drum Helloween ‘Ingo Schwichtenberg’ bunuh diri di Hamburg.Helloween mendedikasikan album baru mereka nanti untuk Ingo. “The Time Of The Oath”, yang diproduseri oleh Tommy Hansen dan dirilis di tahun 1996, album ini diambil berdasarkan sebuah visi dari Nostradamus, yang berhasil melewati banyak masalah selama bertahun-tahun sebelum Millennium.Selama Tour Keliling dunianya
berjalan, para fans merayakan kembalinya Helloween kejajaran musik papan atas. Kurang dari enam bulan kemudian, album live “High Live” diluncurkan, yang direkam pada saat konser di Italia dan Spanyol. Majalah Jepang “BURRN” menobatkan Helloween sebagai band terbaik
ditahun 1996.

Tahun 1998 dimulai dengan diluncurkannya boxset berisi 4cd berjudul “Pumpkin Box” dijepang, yang merupakan sebuah hadiah untuk para kolektor helloween yang berisikan lagu-lagu terbaik Helloween dan beberapa interview. ditahun ini juga, Helloween menghadirkan
album ketiga mereka dengan formasi baru. “Better Than Row” yang menunjukan keinginan band ini untuk mengambil resiko sebagai album yang menggabungkan elemen baru dengan gaya helloween tradisi yang lama. Band ini mengadakan tour-tournya dengan menjadi
band pembuka untuk Iron Maiden. Di tahun 1999, Helloween berkeinginan untuk masuk ke perusahaan rekaman baru, tetapi mereka masih punya kewajiban rekaman satu album lagi untuk Castle. Selain meluncurkan album terbaik dipasaran, mereka merilis “Metal Jukebox”, sebuah album-cover yang berisikan Rock, Pop, dan klasik metal yang menginflunsi
mereka dimasa lalu. Lalu ditahun 2000, dengan maksud untuk mendapatkan promosi yang lebih baik, Helloween menandatangani kontrak dengan Nuclear Blast. Yang merupakan saran dari management dan orang-orang disekitar mereka, Helloween Merilis “The Dark Ride” yang diproduseri oleh Roy Z/Charlie Bauerfeind, sebuah album yang sama sekali berbeda dengan album-album sebelumnya, untuk album ini banyak sekali pwnuruna tuned pada gitar dan
dengan karakteristik atmosfir kegelapan. Namun, hubungan diantara personil band mulai mengalami keretakan, yang mana Michael Weikath yang sangat menentang dengan perubahan yang tiba-tiba ini, perdebatan pun dimulai dengan Roland Grapow dan Uli Kusch mengenai jalur musik yang mereka ingini untuk Helloween. Weikath kemudian mengeluhkan tentang tidak diajaknya untuk andil bagian dalam produksi album ini. Disatu sisi Weikath menawarkan untuk meninggalkan Helloween untuk memulai sesuatu yang baru. Tetapi Groskopf dan Deris tidak mau hal ini terjadi, dimana terlihat Weikath merupakan pemimpin
dimata fans dan jika tanpa beliau, Helloween tidak akan jadi Helloween yang sekarang. Selain mereka berdua menginginkan untuk melanjutkan jalur musik meraka seperti album-album yang lalu, dilain pihak Grapow/Kusch ingin tetap dijalur musik “The Dark Ride”. Akhirnya dalam waktu dekat, ditahun 2001 setelah tour, mereka menanyakan Grapow/Kusch untuk keluar dari Band. Alasan resminya adalah karena mereka terlalu banyak berkonsentrasi untuk proyek album solo mereka. Akhirnya pun menjadi jelas bahwa “The Dark Ride” adalah album dengan penjualan terburuk setelah album “Chameleon”, dan ini tentu saja bukan yang diharapkan oleh Nuclear Blast mengenai kontrak mereka dengan Helloween.

Mark Cross (ex-Metalium) bergabung dengan Helloween, untuk
menggantikan posisi Uli Kusch pada Drum. dan masih menyisakan
tanda tanya tentang siapa yang akan mengisi posisi Gitaris.
Sementara itu, Kusch dan Grapow melengkapi “Masterplan”, sebuah
proyek yang memang mereka inginkan untuk format full band.

Setelah mencoba untuk mengajak Henjo Richter (Gamma Ray) untuk
bergabung ke Band, Michael Weikath akhirnya mengikuti saran yang
diberikan oleh produser Charlie Bauerfeind dan menghubungi Gitaris
Sascha Gerstner (ex-Freedom Call). Percobaan dengannnya di Tenerife menunjukan bahwa dia adalah pilihan yang tepat baik itu sebagai gitaris dan juga sebagai personil band, dan untuk posisi yang dapat bertahan lama. Helloween kemudian berniat untuk melanjutkan album mereka. Pada tahun 2003, tepat diawal proses rekaman, Mark Cross didiagnosa terkena mononucleosis, sebuah penyakit yang mengakibatkan sakit pada organ tubuh dan memaksa untuk tidak melakukan aktifitas rutin. Karena Cross tidak dapat melanjutkan posisi drumnya, Helloween kembali kepada Mikkey Dee (Motorhead, ex-King Diamond) untuk menolong mereka. Mereka memilihnya karena Mikkey dikenal sebagai pemain drum
yang sangat berbakat dan yang lebih penting lagi bahwa penggantian ini tidak akan salah, tetapi dengan perbedaan jalur musik Proses rekamannya berjalan dengan baik, tetapi akhitnya Helloween pun harus menyadari bahwa pihak asuransi tidak dapat mengatasi ansennya Cross karena penyakitnya tidak akan sembuh dengan cepat dalam waktu 2 tahun.
Mereka terpaksa mancari pemain drum lagi. Karena mereka didesak oleh managemen untuk merekam beberapa lagu lagi untuk side-b nya, Helloween kemudian mengundang Stefan Schwarzmann (ex-Accept, ex-UDO), Seorang pemain drum yang dikenal Weikath ditahun 80an, di studionya Groskopf mereka merekam sesi drumnya. Hal ini memperlihatkan bahwa Schwarzmann berkeinginan untuk bergabung dalam band. Setelah itu, Album “Rabbit Don’t Come Easy” yang diproduseri Charlie Bauerfeind dirilis pada bulan Mai 2003. Judul ini diberikan untuk menunjukan bahwa band ini kembali lagi keera yang lebih baik (“happy”), sebagai ungkapan bahwa betapa miripnya peluncuran sebuah album jika dibandingkan
dengan pertunjukan trik mengeluarkan kelinci dari dalam topi. Pada bulan Juli 2003, Helloween bersiap-siap di Hamburg, mempersiapkan tour keliling dunia terpanjang mereka. Sejak awal tour dibulan september, fans diseluruh dunia mengelu-elukan penampilan Helloween, yang semakin lebih baik dari sebelumnya. Sebuah tanda bahwa penambahan personil baru ini akan berjalan dengan lancar. Di bulan Oktober 2004, Helloween memulai paska produksi album baru mereka. Di bulan Februari 2005, Schwarzmann dan Helloween mulai mengalami ketidak-cocokan. Selama masa-masa tour barulah terlihat olehnya dan oleh seluruh personil tentang perbedaan diantara mereka, mereka tidak seluruhnya berbagi dalam hal jalur musik mereka. Schwarzmann memutuskan untuk tetap membantu Helloween selama masa produksi sampai ditemukannya pengganti yaitu Dani Loble, Mantan pemain Drum RAWHEAD REXX yang merupakan orang yang cocok untuk Helloween.

Sudah terdengar gosip bahwa Helloween akan merilis kelanjutan
dari kedua album legendaris Keeper’s, tetapi sampai saatnya pada
bulan Juni, Helloween mengkonfirmasikan perilisan “Keeper Of The
Seven Keys - The Legacy”. Single pertama berjudul ” Mrs.God” diluncurkan pada tanggal 4 juli di Asia Tenggara, diikuti oleh seluruh dunia pada tanggal 5 September. Pada tanggal 31 Oktober 2005, Helloween merilis kelanjutan dari album Keeper yang legendaris berjudul “Keeper of The Seven Keys - The Legacy”. Album ini membawa pengakuan yang luar biasa terhadap band ini dan dapat diterima dengan baik di seluruh dunia. Keseuksesan album ini dan tour yang berkelanjutan sangat kuat dan band ini pun merilis DVD live kombo dan CD live Kombo. Di tahun 2007, Untuk merayakan dua tahun kesuksesan mereka, Helloween merilis CD Live Kombo berjudul “Keeper Of The Seven Keys - The Legacy World Tour 2005/2006 - Live In Sao Paulo” dan DVD Live Kombo berjudul “Keeper Of The Seven Keys - The Legacy World Tour 2005/2006 - Live On 3 Continents”.

Helloween saat ini sedang menggarap penulisan lagu dan berencana untuk kembali ke studio pada musim semi atau musim panas nanti untuk perekaman album baru mereka nanti!ksi album baru mereka. Di bulan Februari 2005, Schwarzmann dan Helloween mulai mengalami ketidak-cocokan. Selama masa-masa tour barulah terlihat olehnya dan oleh seluruh personil tentang perbedaan diantara mereka, mereka tidak seluruhnya berbagi dalam hal jalur musik mereka. Schwarzmann memutuskan untuk tetap membantu Helloween selama masa produksi sampai ditemukannya pengganti yaitu Dani Loble, Mantan pemain Drum RAWHEAD REXX yang merupakan orang yang cocok untuk Helloween.

Sudah terdengar gosip bahwa Helloween akan merilis kelanjutan
dari kedua album legendaris Keeper’s, tetapi sampai saatnya pada
bulan Juni, Helloween mengkonfirmasikan perilisan “Keeper Of The
Seven Keys - The Legacy”. Single pertama berjudul ” Mrs.God” diluncurkan pada tanggal 4 juli di Asia Tenggara, diikuti oleh seluruh dunia pada tanggal 5 September. Pada tanggal 31 Oktober 2005, Helloween merilis kelanjutan dari album Keeper yang legendaris berjudul “Keeper of The Seven Keys - The Legacy”. Album ini membawa pengakuan yang luar biasa terhadap band ini dan dapat diterima dengan baik di seluruh dunia. Keseuksesan album ini dan tour yang berkelanjutan sangat kuat dan band ini pun merilis DVD live kombo dan CD live Kombo. Di tahun 2007, Untuk merayakan dua tahun kesuksesan mereka, Helloween merilis CD Live Kombo berjudul “Keeper Of The Seven Keys - The Legacy World Tour 2005/2006 - Live In Sao Paulo” dan DVD Live Kombo berjudul “Keeper Of The Seven Keys - The Legacy World Tour 2005/2006 - Live On 3 Continents”.

Helloween saat ini sedang menggarap penulisan lagu dan berencana untuk kembali ke studio pada musim semi atau musim panas nanti untuk perekaman album baru mereka nanti!

Minggu, 20 Desember 2009

History

Helloween’s history dates all the way back to 1978 when Kai Hansen and Piet Sielck formed a band called “Gentry“. Around 1981 Kai and Piet changed the name of the band to “Second Hell” and recruited drummer Ingo Schwichtenberg and bassist Markus Großkopf who at the time had been playing in a band called “Traumschiff. In 1982 Piet Sielck leaves Second Hell to become a record producer and sound engineer and the band changes their name to “Iron Fist”. Michael Weikath of the band Powerfool tries to lure Kai Hansen to join his band, but in the end decides to join Kai’s band Iron Fist.

1984 comes around and an upstart independent label called Noise records invites the band to record two tracks on their new “Death Metal” compilation alongside bands such as Running Wild, Dark Avenger and Hellhammer. The band, still not satisfied with the name “Iron Fist” changes their name to Helloween. Ingo Schwichtenberg comes up with the idea to not only replace the “o” in Helloween with a pumpkin, but to also come up with pumpkin artwork which would later become one of Helloween’s biggest trademarks. The band contributed to the Death Metal compilation with two songs, a slower and sloppier version of “Metal Invaders” ( a song that would later appear on their debut full length Walls of Jericho) and the track Oernst Of Life.

In 1985 Helloween goes into the studio with producer Harris Johns and releases their debut, a self titled 5 track EP also known to many fans as “The Mini LP”. In October of 1985 the band then releases their first full length album, “Walls Of Jericho”, also produced by Harris Johns. The band also recorded the “Judas EP” which contained a new non album track entitled “Judas” and a compilation of live cuts. Helloween captured the media’s attention and received great reviews all over the world. In November of 1986 while the band toured, Kai Hansen found it difficult to sing and play guitar at the same time so when the tour was over the band began searching for a new singer. The band recruits 18 year old ex-Ill Prophecy singer Michael Kiske and begins work on a new album. The band decided that they wanted to release a double album, however Noise records said that they did not want Helloween to release a double album and therefore Helloween began work on the first part of a two part concept album.

1987’s Keeper of the Seven Keys Part 1, produced by Tommy Hansen and Tommy Newton, puts the band on the map. Helloween received rave reviews everywhere around the world including America where they embark on their first US tour with Grim Reaper and Armored Saint. The following year the band released the second part of their concept album called “Keeper of the Seven Keys Part II” which is even more successful than part 1. The band embarks on the Pumpkins Fly Free tour which takes them all over Europe and they even become one of the headliners at the Donnington Monsters of Rock festival in England along with bands such as Kiss, and Iron Maiden. In late 1988 Kai Hansen decides to leave the band because of the long touring schedule. In 1989 Helloween recruits former Rampage guitar player Roland Grapow and the band then embarks on their second Headbanger’s Ball tour in America with Anthrax and Exodus. Helloween also releases two best of albums, “The Best The Rest The Rare” and “The Pumpkin Tracks“. They also release a live album from their Pumpkins Fly Free Tour of Europe. In Japan the album is called “Keepers Live”, in the USA it’s called “I Want Out Live” and around the rest of the world the live album is entitled “Live In The UK”. Helloween, unhappy with their current contract with Noise records decides to break their contract and sign to EMI records. Noise filed a lawsuit against the band for breach of contract and the band fights a major legal battle with Noise records which would last a long time. In the end, Helloween loses the legal battle and must not only pay Noise records a huge sum of money, but they cannot release any material outside of Europe or Japan. This left many people around the world wondering….”What happened to Helloween?

Finally in 1991 the band releases the “Kids of The Century” single which contains a message from the band telling fans where they have been for the last 3 years. They then release their next album “Pink Bubbles Go Ape” which was not received well by the press and fans alike. Although the album does contain some great songs, especially the ones written by Roland Grapow, tensions inside the band begin to build up between members over which direction musically the band should take.

1993 sees the release their next album “Chameleon” which becomes the band’s most unsuccessful album to date. The band begins to endure even more trouble on the Chameleon tour as tensions build up even more while drummer Ingo Schwichtenberg begins to have problems with his psychological condition and cannot finish the tour. Richie Abdel Nabi replaces Ingo on a temporary basis and finishes the tour. After the tour EMI releases the band from it’s contract they fire singer Michael Kiske, citing musical and personal differences.

In late 1993 Andi Deris, former Pink Cream 69 singer, joins the band along with former Holy Moses and Gamma Ray Drummer Uli Kusch, a new lineup for Helloween is born. The band signs to Castle records in 1994. Their next album “Master of the Rings” was released and became what many people called a great comeback album! The band went on a successful tour and new singer Andi Deris surprised many fans with his versatile and powerful voice. The album was released a year later in North America with a second disc containing all 7 b-sides from the album. Tragedy also struck the band as former drummer Ingo Schwichtenberg committed suicide in 1995.

Helloween went back into the studio and released “The Time Of The Oath” in 1996, which was hailed by the press as their best album since the Keeper era. The album contained songs loosely based on the writings of Nostradamus. Helloween was back on top as The Time of The Oath earned them many gold and platinum albums throughout the world. Later that year they released the double live album “High Live” and was elected best band of 1996 by the Japanese magazine Buurn.

While the band began to write for the next album, Andi Deris released his first solo album “Come In From The Rain” and Roland Grapow released his first solo album “The Four Seasons of Life”. 1998 brought along the album Better Than Raw which was yet again released to rave reviews throughout the press. The band combined modern elements with their traditional Helloween sound which made for quite a unique album and went down well with fans. Roland Grapow also releases his second solo album. 1999 saw the band take a break and release a covers album entitled “Metal Jukebox”. This album contained a variety of rock, pop and metal classics which influenced the band. The band then set off to write their next album.

The band signed a two album deal with Nuclear Blast in the year 2000. Their next album entitled “The Dark Ride” , produced by Roy Z and Charlie Bauerfeind was released shortly after. The album became one of Helloween’s worst selling albums ever as the band took a darker and more modern sounding approach. Reviews of “The Dark Ride” in the press were mixed along with many fan reactions. Some liking the new direction and most wanting the Helloween of old. Tensions between members of the band began which led to the firing of guitarist Roland Grapow and drummer Uli Kusch. The band also released "Treasure Chest", a 2 disc best of release that also had some older Helloween songs remixed. The best of also came as a limited edition with a bonus disc called "Buried Treasure" which contained some rare b-sides.

The band then recruits former Metalium drummer Mark Cross on drums and former Freedom Call guitarist Sasha Gerstner. In 2003 the band began to record for their next album, however their new drummer Mark Cross was diagnosed with mononucleosis and could only complete two songs for the recordings and thus was forced to leave the band. Former King Diamond and current Motorhead drummer Mikkey Dee is called in to complete the band’s studio recordings on the drums.

Rabbit Don’t Come Easy was released and drummer Stefan Schwarzmann is called in to join the band for the tour. The album sold well and the band completed a very successful tour around the world. Stefan Schwarzmann decided to leave the band after the tour but stayed throughout the preproduction for the next album until the band found a replacement. Dani Löble, ex-drummer of RAWHEAD REXX turned out to be the perfect drummer for Helloween and the band began to record the follow-up to Rabbit Don’t Come Easy.

Rabu, 09 September 2009

Helloween, one of the most eminent melodic metal bands worldwide and - along with the Scorpions and Accept - Germany’s ultimate metal export, got together exactly 25 years ago. A total of eleven headlining world tours took the band all over the globe, and their sensational show at the Monsters Of Rock in Castle Donington in front of more than 100,000 metalheads and spectacular tours alongside Iron Maiden, Dio and Ozzy Osbourne as well as their MTV Headbangers Ball US tour with Anthrax and Exodus remain unforgotten. Helloween have sold more than five million records and garnered 14 gold and 6 platinum awards globally, receiving two gold records in Germany only. Thus: no exaggeration to say that without them, many contemporary acts such as Edguy, Sonata Arctica and Blind Guardian etc. would not be around in their current form. For 25 years, Helloween have shot their riffs and hooks from the hip and doubtlessly count among the most ingenious international metal acts. At the same time, it’s mainly their fantastic and extremely haunting melodies which their fans love. Now Andi Deris (vocals), Michael Weikath (guitar), Sascha Gerstner (guitar), Markus Großkopf (bass) and Daniel Löble (drums) have set out to prove that their great anthems ooze that special Helloween flair even with totally new arrangements: February 1st, 2010 will see the band unleash a stunning best-of album, entitled “UNARMED – Best-Of 25th Anniversary”, which is set to raise the musical benchmark!

Hot Stuff
Spice up your Twitter with some Twitter Backgrounds

Pengikut